Selamat Datang di Website Kami..

Blog ini menceritakan tentang pengalaman saya sebagai SEKURITI..memang dibuat karena saya bekerja sebagai security,sekuriti atau satpam..
Karena yang membuat hanya seorang security, maka banyak sekali kekurangan yang ada.
Untuk itu sumbangsih saran dan pesan dari pembaca sangat kami harapkan..
Kami sangat berbahagia atas kunjungan Anda di blog ini.

TERIMA KASIH

Jumat, 03 September 2010

Outsourcing pun Berjasa bagi Pertamina..

Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbesar di Indonesia yang menyerap begitu banyak tenaga kerja, baik itu Pekerja Waktu Tertentu (PWT) dan Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PWTT), ada juga pekerja outsourcing.Pekerja outsourcing adalah tenaga kerja yang dikontrak perusahaan lain, untuk melakukan pekerjaan di Pertamina.

Pekerja outsourcing dikontrak untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya sementara, pekerjaan yang sifatnya penunjang, pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan. Selain itu, pekerjaannya juga merupakan kegiatan penunjang perusahaan dan tidak menghambat proses produk secara langsung jika tidak dikerjakan, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 220 tahun 2004.

Di Pertamina sendiri, pekerja outsourcing kebanyakan menempati posisi sebagai crew rig, sekretaris, security, well checker, operator stasiun pengumpul, driver, cleaning service dan posisi pada kegiatan penunjang lainnya. Meskipun hanya sebagai penunjang, tetapi turut serta dalam mewujudkan visi dan misi Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia di tahun 2023.

Berkaitan dengan adanya pola atau sistem baru yakni reward and consecquences yang diberlakukan bagi para pekerja Pertamina, menjadikan pemberian akan reward antara pekerja yang satu dengan yang lainnya berbeda. Dan itu merupakan sistem yang sangat positif bagi perusahaan serta memacu kreatifitas dari pekerja Pertamina.

Hal yang sama dapat juga diterapkan bagi pekerja outsourcing, karena sampai saat ini semangat kerja pekerja outsourcing kurang terpacu, mungkin dengan adanya sistem penilaian yang sama dengan pekerja Pertamina menjadikan semangat dan dedikasi para outsourcing semakin terpacu untuk memberikan dedikasi yang lebih besar lagi kepada perusahaan.

Tetapi bukan saja sistem kerjanya saja yang disamakan, dalam pemberian insentif atau bonus juga harus diperhatikan. Karena setiap pencapaian perusahaan melebihi target produksi, hanya para pekerja permanen saja yang menikmati hasilnya. Padahal kita semua mengetahui turut sertanya pekerja outsourcing bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

Sangat manusiawi jika hal tersebut menimbulkan kecemburuan dikalangan pekerja outsourcing, karena bagaimana pun mereka memiliki kontribusi dan dedikasi yang tinggi di dalam pencapaian target perusahaan.

Permasalahan tersebut sampai saat ini masih ada dan cukup mengganggu, apalagi saat ini Pertamina sedang bekerja keras memperbaiki diri dan berusaha menjadi perusahaan migas nomor satu di Indonesia. Tentunya perlu dukungan penuh dan kerja sama yang baik dari setiap pekerjanya, baik itu tenaga PWT, PWTT, maupun outsourcing.

Di antara beberapa perusahaan migas di Indonesia, Pertamina termasuk perusahaan yang sering memberikan insentif kepada karyawannya. Dengan fakta tersebut, terjadinya kecemburuan dikalagan pekerja outsourcing menjadi semakin rawan dan mengkhawatirkan, sehingga sangat perlu permasalahan ini untuk segera dituntaskan.

Tentunya pemberian insentif bagi pekerja outsourcing bukan hal yang berlebihan, mengingat pekerja outsourcing nyata-nyata memberikan kontribusi bagi perusahaan. Apalagi Pertamina merupakan penyumbang dividen terbesar bagi pemerintah. Suatu hal yang sangat ironis jika orang-orang (outsourcing) yang turut bekerja keras hingga Pertamina mampu menyumbang deviden sebesar itu, masih mengeluhkan upah mereka...<Kutipan dr media pertamina.. Edition No. 15 / XLVI / 12 April 2010 >

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar